TULANGBAWANG – Kabarnegri.id – Sebuah kabar gembira sekaligus kelegaan mendalam kini menyelimuti warga Dusun 7, Kampung Pendowo Asri, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang. Harapan yang dipendam selama 15 tahun dan tak kunjung terwujud, akhirnya menjadi kenyataan. Kanal Umbul Sinar Palembang yang selama ini dangkal dan menjadi penyebab utama luapan air, kini telah selesai diperdalam secara menyeluruh. Pekerjaan yang mengubah nasib warga ini rampung sepenuhnya pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 09.30 WIB.
Selama satu setengah dekade, wilayah ini selalu langganan banjir setiap kali musim hujan tiba. Air meluap tak terkendali, menggenangi rumah hingga setinggi satu meter, merendam pemukiman dan merusak lahan pertanian. Akibatnya, banyak penduduk terpaksa meninggalkan rumah dan berpindah ke tempat yang lebih layak huni, hingga akhirnya tersisa hanya 20 Kepala Keluarga yang bertahan menetap di sana. Tanpa adanya pendalaman kanal, kondisi ini akan terus berulang: sawah tak bisa menghasilkan panen, dan kehidupan warga serba sulit serta penuh kekhawatiran.
Kini, aliran air sepanjang kurang lebih 2 kilometer itu mengalir lancar menuju hulu sungai, bebas dari sumbatan. Keberhasilan ini tak lepas dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Tulangbawang melalui Bupati, Wakil Bupati, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, yang merespons keluhan warga dengan menurunkan alat berat ekskavator untuk pengerukan pendangkalan kanal yang memang sangat dibutuhkan.
Usai pekerjaan selesai, Kapolsek Dente Teladas, Ipda Nurkholik, S.H., bersama Kepala Kampung Pendowo Asri, Jufri, turun langsung meninjau lokasi. Melihat air mengalir tenang dan lancar, keduanya menyampaikan rasa syukur dan penghargaan setinggi-tingginya.
“Langkah cepat dan dukungan nyata berupa alat berat yang diturunkan sangat berarti dan menjadi penentu selesainya masalah yang sudah lama menderitakan warga ini. Terima kasih kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, serta Kepala Dinas PU Tulangbawang,” ujar keduanya.
Kehadiran alat berat disambut warga sebagai solusi yang dinanti lama. Rasa lega dan bahagia terlihat jelas. Salah satu warga menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus: “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati. Bantuan alat yang dikirim benar-benar nyata manfaatnya. Sekarang kami bisa bertani padi dengan tenang, tidak lagi was-was rumah dan sawah tergenang banjir.”
Keberhasilan ini juga lahir dari gotong royong warga yang luar biasa. Secara swadaya mereka bahu-membahu mendukung pekerjaan. Dampaknya terlihat nyata: warga yang dulu merantau karena terdesak banjir, kini mulai pulang kembali untuk bertani. Sebagai wujud kemandirian, warga juga membangun gardu pengawasan secara swadaya di lokasi.
Di tengah suasana gembira, Kapolsek bersama Kepala Kampung duduk bersantai mendengarkan aspirasi warga. Ada dua harapan besar yang dititipkan kepada Pemkab Tulangbawang:
1. Agar peminjaman ekskavator diperpanjang dan pekerjaan dilanjutkan sampai pendalaman kanal benar-benar tuntas sempurna.
2. Agar akses jalan diperbaiki dan dibuka layak, sehingga anak sekolah bisa berangkat aman tanpa melewati jalan becek dan terputus saat hujan.
Warga juga berharap Bupati dan Wakil Bupati berkenan meninjau langsung lokasi. Mereka yakin potensi pertanian padi di wilayah ini sangat besar dan menjanjikan, asalkan pengairan serta jalan dibenahi secara maksimal.
Ipda Nurkholik menegaskan, penyelesaian masalah 15 tahun ini bukti nyata kekuatan kolaborasi.
“Ini membuktikan jika pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat bersatu, masalah berat pun bisa selesai. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati atas respon cepat dan kepeduliannya,” tegasnya.
Kepala Kampung Jufri menambahkan, semangat warga kini bangkit kembali. “Dulu banyak pergi, kini mereka pulang. Semua berkat perhatian Pemkab. Semoga pembangunan berlanjut demi kesejahteraan kita semua,” tutupnya.
Penulis: Marfana
Editor: Sumpeno







