SORONG SELATAN, Kabarnegri.id – 20 Juni 2026 – Sebuah peristiwa nahas menimpa seorang anggota kepolisian di wilayah Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Anggota berinisial GOLH (23 tahun) dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal yang diduga dipicu oleh lehernya terlilit bendera Brasil yang terpasang pada kendaraannya. Peristiwa ini terjadi saat korban diduga tengah mengikuti konvoi untuk merayakan kemenangan tim nasional Brasil dalam pertandingan melawan Haiti.
Keterangan resmi disampaikan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sorong Selatan, AKP Lambok Simanjuntak, yang mengonfirmasi kejadian tersebut kepada awak media pada Sabtu (20/6/2026). “Terjadi kecelakaan tunggal yang menimpa seorang anggota polisi berinisial GOLH. Ia mengendarai sepeda motor jenis Honda CRF dengan nomor polisi PB 2319 TA,” ujarnya sebagaimana dikutip dari detikcom.
Menurut penjelasan Kasat Lantas, peristiwa berlangsung sekitar pukul 10.45 WIT di Kampung Keyen, Distrik Teminabuan, tepatnya di bagian tanjakan jalan masuk menuju kawasan Kali Koa. Saat itu, korban diketahui berkendara sendirian dan baru saja mengikuti rangkaian perayaan kemenangan tim Brasil dalam laga yang digelar sebelumnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, diduga korban memasang bendera kebesaran tim Brasil pada bagian rangka atau rantai kendaraannya. Saat melaju di jalan menanjak, bendera tersebut terlepas posisinya, lalu tersangkut dan tergulung ke dalam roda serta bagian mesin sepeda motor. Akibat tarikan yang kuat saat kendaraan masih bergerak, ujung bendera melilit erat ke leher korban, sehingga membuatnya kehilangan kendali atas kendaraan yang dikemudikan.
Kondisi tersebut menyebabkan korban langsung terjatuh ke aspal dalam posisi yang membahayakan. Warga yang melihat kejadian segera mendatangi lokasi dan memberikan pertolongan pertama, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian akibat tekanan pada leher dan benturan yang dialaminya.
“Dari keterangan saksi dan pemeriksaan awal, dugaan sementara adalah bendera yang dipasang untuk merayakan kemenangan tersangkut di roda motor, melilit leher korban, dan menyebabkan ia terjatuh serta tidak sadarkan diri,” tambah AKP Lambok.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian secara medis, sekaligus melengkapi data penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.
Peristiwa ini menjadi perhatian sekaligus pengingat bagi seluruh masyarakat, terutama pengendara sepeda motor, untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara meskipun sedang dalam suasana gembira. Pemasangan atribut atau bendera pada kendaraan perlu diperhatikan posisi dan cara pemasangannya agar tidak mengganggu kinerja kendaraan, menghalangi pandangan, atau berisiko tersangkut pada bagian kendaraan yang bergerak.
Pihak kepolisian juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya rekan mereka. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga duka. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan ketabahan,” tutup AKP Lambok.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi kejadian secara rinci dan melengkapi berkas peristiwa ini.
Penulis: Endro
Editor: Marfana







