Warga Alami Sesak Nafas, Emak-emak Geruduk PT Kurnia Marmer di Bandung Barat

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Alami Sesak Nafas, Emak-emak Geruduk PT Kurnia Marmer di Bandung Barat

Warga Alami Sesak Nafas, Emak-emak Geruduk PT Kurnia Marmer di Bandung Barat

BANDUNG BARAT, – Kabarnegri.id – Puluhan emak-emak mendatangi PT Kurnia Marmer di Kampung Pamuncatan, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (25/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan polusi debu, getaran mesin, hingga rencana pembangunan benteng yang dinilai dilakukan tanpa musyawarah dengan warga.

Massa aksi berasal dari warga RW 10, RW 11, dan RW 12 Desa Ciburuy. Mereka menuntut perusahaan menghentikan aktivitas yang diduga menjadi penyebab pencemaran udara serta gangguan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pabrik.

Advertisements
Beli 1 gratis 1

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak perusahaan. Namun, berbagai aspirasi tersebut dinilai belum membuahkan solusi yang mampu menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Salah seorang warga, Lintang (27), mengatakan aksi tersebut dipicu oleh dua persoalan utama, yakni dugaan polusi debu dan getaran mesin akibat operasional pabrik selama 24 jam, serta rencana pembangunan benteng di kawasan Kampung Pojok Angkasa yang disebut dilakukan tanpa melibatkan masyarakat.

Advertisements
Jaket Murah Kekinian
Warga Alami Sesak Nafas, Emak-emak Geruduk PT Kurnia Marmer di Bandung Barat
Warga Alami Sesak Nafas, Emak-emak Geruduk PT Kurnia Marmer di Bandung Barat

“Selain mempersoalkan polusi debu dan getaran mesin akibat operasional pabrik selama 24 jam, kami juga memprotes rencana pembangunan benteng di Kampung Pojok Angkasa karena dilakukan tanpa musyawarah dengan warga,” ujar Lintang kepada wartawan.

Menurutnya, debu hitam yang diduga berasal dari proses pembakaran di pabrik setiap hari menyebar hingga ke permukiman warga.

Advertisements
Beli 1 Gratis 1

Ia mengaku setiap pagi lantai rumah kembali dipenuhi debu hitam meski baru saja dibersihkan. Debu tersebut juga menempel pada pakaian yang dijemur di luar rumah.

“Debunya terlihat jelas. Setiap pagi setelah menyapu rumah, lantai dipenuhi debu hitam seperti abu arang. Pakaian yang dijemur di luar juga terkena debu. Banyak warga mengalami gatal-gatal dan sesak napas,” katanya.

Baca Juga:  Investasi Bodong Syariah ? Founder DSI Akhirnya Ditahan Dittipideksus Bareskrim

Lintang menduga perusahaan menggunakan bahan bakar petcoke sebagai pengganti batu bara. Menurutnya, bahan bakar tersebut memiliki nilai kalor lebih tinggi, tetapi diduga menghasilkan polusi yang lebih besar.

“Petcoke itu mengandung sulfur. Nilai kalorinya memang lebih tinggi daripada batu bara, tetapi efek polusinya juga lebih besar. Debu hasil pembakarannya beterbangan ke mana-mana dan diduga menjadi penyebab warga mengalami gangguan kesehatan,” tuturnya.

Selain polusi udara, warga juga mengeluhkan getaran mesin yang dirasakan hampir sepanjang hari karena aktivitas operasional pabrik berlangsung selama 24 jam. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Tak hanya itu, warga juga mempersoalkan rencana pembangunan benteng di belakang permukiman Kampung Pojok Angkasa. Mereka mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan maupun diajak bermusyawarah sebelum rencana tersebut muncul.

Warga juga menyebut hingga saat ini belum pernah menerima kompensasi ataupun penyelesaian yang dianggap memadai dari pihak perusahaan. Upaya penyiraman jalan yang sempat dilakukan perusahaan dinilai belum efektif karena debu masih beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi, tetapi belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan persoalan. Debunya tetap masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Lintang.

Senada dengan itu, warga Kampung Pojok Angkasa RW 11 Desa Ciburuy, Nengsi (58), mengaku baru mengetahui adanya rencana pembangunan benteng di belakang rumahnya tanpa pernah diajak berdiskusi sebelumnya.

“Katanya mau dibangun benteng di belakang rumah, tetapi tidak ada pemberitahuan atau perundingan terlebih dahulu dengan warga. Saya juga tidak tahu kelanjutannya seperti apa,” ucapnya.

Menurut Nengsi, dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah dugaan pencemaran debu yang memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

Baca Juga:  Siswa 14 Tahun Tewaskan Kakek-Nenek Lalu Beraksi di Sekolah, Sedikitnya 8 Orang Tewas

“Yang paling terasa itu debu. Kami sering sesak napas. Anak-anak juga banyak yang batuk dan flu,” katanya menandaskan.

Penulis : Abdul

Editor : Marfana

Follow WhatsApp Channel kabarnegri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pecah Tawa di HUT RI ke-81 Polda Lampung, Kombes Fenza Joget Balon hingga Nyanyi Lagu Iwan Fals Bareng Wartawan
Keluarga Besar Polsek Dente Teladas Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81
Meriahkan HUT ke-81 RI, Pasukan Ojek Gabah Pasiran Jaya Curi Perhatian di Pawai Dente Teladas
Semangat Kemerdekaan Membara di Perumahan Mega Regency, Warga RW 013 Gelar Karnaval dan Pawai Meriah
Upacara HUT RI Ke-81 di Kecamatan Dente Teladas Berlangsung Khidmat dan Kondusif 
Semarak HUT RI ke-81, Desa Pasiran Jaya Gelar Upacara Khidmat Meriahkan dengan Karnaval, Lomba Gapura hingga Mancing Mania
Kreatif! Pemuda Kompak 2 Adiwerna Tegal Rayakan HUT RI ke-81 dengan Lomba Berhadiah Utama Sepeda Listrik
Semarak HUT RI ke-81, PT Duta Mega Cemerlang Gelar Turnamen Sepak Bola U-9 dan U-12

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:43 WIB

Pecah Tawa di HUT RI ke-81 Polda Lampung, Kombes Fenza Joget Balon hingga Nyanyi Lagu Iwan Fals Bareng Wartawan

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Keluarga Besar Polsek Dente Teladas Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, Pasukan Ojek Gabah Pasiran Jaya Curi Perhatian di Pawai Dente Teladas

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Perumahan Mega Regency, Warga RW 013 Gelar Karnaval dan Pawai Meriah

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Upacara HUT RI Ke-81 di Kecamatan Dente Teladas Berlangsung Khidmat dan Kondusif 

Berita Terbaru