THAILAND – Kabarnegri.id – Peristiwa penembakan berdarah mengguncang Sekolah Debsirin Nonthaburi, Provinsi Nonthaburi, kawasan pinggiran barat laut Bangkok, pada Jumat (7/8/2026) pagi. Aksi keji dilakukan oleh seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun yang bersekolah di tempat tersebut, kelas 9.
Kepolisian Kerajaan Thailand mengungkapkan, sebelum beraksi di sekolah, pelaku lebih dulu membunuh kakek dan neneknya di kediaman mereka di Distrik Bang Bua Thong. Setelah itu, ia berangkat menuju Sekolah Debsirin Nonthaburi sebuah sekolah menengah ternama yang menampung sekitar 3.000 siswa, berjarak sekitar 18 kilometer dari rumahnya dan melepaskan rentetan tembakan ke arah orang-orang di lingkungan sekolah.
Juru Bicara Kepolisian Kerajaan Thailand, Trairong Piwpan, menerangkan bahwa pelaku tiba di sekolah sesaat setelah pukul 10.00 pagi waktu setempat dan langsung melepaskan tembakan senjata api. Pistol yang digunakan diketahui milik kakeknya. Pelaku menembakkan lebih dari 26 butir peluru dalam aksinya yang mematikan itu.
Dari peristiwa tragis tersebut, tercatat sedikitnya enam orang tewas di lingkungan sekolah, ditambah dua kakek-nenek pelaku yang tewas di rumah, sehingga total sementara berjumlah delapan korban jiwa. Sebagian sumber lain menyebutkan jumlah korban sempat berfluktuasi seiring berkembangnya penanganan di lokasi, termasuk catatan yang menyebut tujuh orang tewas di sekolah dan sekitar 15 hingga 30 orang lainnya mengalami luka-luka, sebelum pelaku mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri.
Di antara korban tewas di sekolah terdapat guru dan staf sekolah. Sebanyak lima tenaga pendidik dan staf termasuk di antara korban yang gugur dalam peristiwa mengerikan ini.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan di tempat kejadian serta penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan pelaku. Kawasan sekolah telah diamankan sepenuhnya oleh aparat keamanan.
Penulis : Sugianto
Editor : Marfana







