MENDUKUNG ANAK MENGHADAPI MASA AWAL SEKOLAH: LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN YANG BAHAGIA DAN BERMAKNA

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENDUKUNG ANAK MENGHADAPI MASA AWAL SEKOLAH: LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN YANG BAHAGIA DAN BERMAKNA

Tulang Bawang – Kabarnegri.id – LEMBAGA PENDIDIKAN MAARIF
RAUDATUL ATHFAL MAARIF TUNAS BANGSA
Alamat: Jalan KH. Wahid Hasyim No. 09, Komplek Masjid Baiturrahman, Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang
Senin, 13 Juli 2026

Memasuki masa sekolah merupakan salah satu momen paling berharga serta menjadi tonggak penting dalam perjalanan pertumbuhan seorang anak. Ini adalah langkah awal yang menandai peralihan anak dari lingkungan keluarga yang penuh keakraban dan perlindungan menuju lingkungan masyarakat yang lebih luas, beragam, dan penuh dengan hal-hal baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Advertisements
Beli 1 gratis 1

Bagi sebagian besar anak, hari pertama mengenakan seragam rapi dan melangkahkan kaki menuju lingkungan yang baru tentu membangkitkan perasaan yang sangat beragam. Di satu sisi, terpancar rasa ingin tahu yang besar dan antusiasme untuk melihat hal-hal baru, bertemu teman sebaya, serta melakukan kegiatan yang menyenangkan. Namun di sisi lain, tak jarang rasa penasaran itu disertai pula dengan kecemasan yang mendalam, rasa malu yang meluap, hingga ketakutan yang nyata untuk berpisah dari orang tua atau orang-orang terdekat yang selama ini selalu mendampingi hari-harinya.

Dalam situasi yang penuh dinamika emosional ini, orang tua memegang peranan yang sangat strategis, penting, dan menentukan. Kehadiran, dukungan, serta cara pendampingan yang tepat dari orang tua mampu menciptakan pengalaman awal sekolah yang positif dan membekas indah di hati anak. Tugas utama orang tua adalah membantu anak mengubah rasa takut menjadi rasa percaya diri, sehingga anak segera merasa nyaman, betah, dan tumbuh keyakinan mendalam dalam dirinya bahwa lingkungan sekolah adalah tempat yang menyenangkan, aman, dan ia pasti akan menyukai lingkungan barunya itu.

Advertisements
Jaket Murah Kekinian
  1. Berbagi Pengalaman Masa Kecil Sebagai Jembatan Koneksi Batin

Salah satu pendekatan yang paling ampuh, tulus, dan efektif untuk menenangkan kegelisahan anak sekaligus membangun kepercayaan dirinya yang kokoh adalah dengan menyampaikan kisah nyata dari pengalaman hidup orang tua sendiri. Anak cenderung merasa lebih tenang dan meyakini sesuatu jika hal itu datang dari orang yang paling mereka percayai dan cintai.

Baca Juga:  Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel Kanang Budi Raharjo Audiensi dengan Pangdam XXI/RI di Makodam

Luangkanlah waktu yang berkualitas, duduklah bersama anak dalam suasana yang hangat, tenang, dan tanpa gangguan, lalu ceritakanlah dengan tulus pengalaman Anda sendiri saat pertama kali memasuki lingkungan pendidikan di masa lampau. Cerita yang disampaikan bukanlah cerita yang dibuat-buat atau hanya berisi kebahagiaan semata, melainkan kisah yang jujur dan apa adanya.

Advertisements
Beli 1 Gratis 1

Sampaikanlah dengan penuh kehangatan bahwa pada masa itu, Anda juga merasakan perasaan yang serupa persis dengan apa yang sedang dialami anak saat ini. Anda dapat menyampaikan dengan nada lembut: “Dahulu ketika Ayah atau Ibu pertama kali akan bersekolah, jantung saya juga berdebar kencang, saya merasa takut dan malu, khawatir belum mengenal siapa pun di sana, serta merasa cemas tidak mampu mengikuti kegiatan belajar atau bermain bersama teman-teman.”

Ungkapan yang sederhana namun penuh kejujuran ini akan menyadarkan anak secara mendalam bahwa perasaan yang dirasakannya saat itu adalah hal yang wajar, manusiawi, dialami oleh banyak orang, dan bukan sesuatu yang aneh atau memalukan. Anak akan merasa lega karena mengetahui bahwa ia bukanlah satu-satunya orang yang merasakan kegelisahan tersebut.

Lanjutkanlah kisah tersebut dengan sisi yang menyenangkan, penuh harapan, dan menggembirakan: “Namun ternyata setelah saya melangkah masuk ke dalam kelas dengan berani, saya bertemu dengan teman-teman yang sangat baik hati dan ramah, guru-guru yang penyayang dan sabar, dan kami dapat bermain bersama dengan riang, melukis gambar-gambar yang indah, bernyanyi lagu-lagu yang merdu, serta melakukan berbagai kegiatan yang seru dan menyenangkan setiap harinya. Lama-kelamaan saya merasa sangat betah di sana, dan setiap pagi saya tidak sabar rasanya untuk segera bangun dan berangkat ke sekolah.”

Kisah pengalaman pribadi yang tulus seperti ini akan mempererat ikatan batin yang kuat antara orang tua dan anak. Anak akan menangkap makna mendalam dari cerita tersebut: “Ternyata Ayah dan Ibu pun pernah merasakan hal yang sama persis seperti yang saya rasakan, dan akhirnya mereka merasa bahagia dan menyukainya. Berarti saya pun pasti akan dapat melaluinya dengan baik dan akan merasa senang juga.”

Baca Juga:  DIRGAHAYU BHAYANGKARA KE‑80: PENGHARGAAN DAN DOA TULUS DARI SELURUH WARGA DUSUN HASAN BULAN, DESA PASIRANJAYA

Kesadaran mendalam bahwa ia tidak berjalan sendirian dalam menghadapi perubahan inilah yang secara perlahan namun pasti akan menghapus rasa takut, cemas, dan ragu yang selama ini dirasakan, serta menumbuhkan semangat baru untuk menyambut hari-hari di sekolah.

  1. Membangun Komunikasi yang Terbuka dan Sinergis Bersama Pendidik

Keberhasilan proses penyesuaian diri anak di lingkungan sekolah sangat bergantung pada adanya kerja sama yang erat, harmonis, dan saling mendukung antara keluarga di rumah serta lembaga pendidikan di sekolah. Kedua belah pihak ini adalah mitra yang saling melengkapi dalam tugas mulia mendidik dan membentuk karakter anak. Oleh karena itu, orang tua hendaknya tidak ragu, segan, atau malu untuk membangun komunikasi yang baik, intens, dan terbuka dengan guru kelas pada masa-masa awal sekolah dimulai.

Guru adalah pihak yang mendampingi anak sepanjang hari selama kegiatan berlangsung di sekolah, sehingga mereka memiliki pengamatan langsung dan memegang banyak informasi penting serta berharga yang mungkin tidak diketahui orang tua di rumah. Sampaikanlah kepada guru keinginan tulus Anda untuk saling mendukung, bekerja sama, dan membangun kemitraan yang baik demi kebaikan anak.

Jangan segan untuk menanyakan perkembangan anak selama berada di lingkungan sekolah: bagaimana kebiasaan anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan kegiatan sehari-hari, tingkat keberaniannya untuk menyapa serta berinteraksi dan bermain dengan sesama teman, serta bagaimana respon dan sikapnya saat menghadapi hal-hal yang baru, tantangan, atau perubahan suasana. Informasi yang diperoleh dari guru akan memberikan gambaran yang jelas, utuh, dan objektif mengenai sejauh mana proses penyesuaian diri anak berjalan, serta hal-hal positif apa yang sudah berkembang dan hal apa saja yang masih memerlukan pendampingan tambahan, perhatian khusus, atau dorongan lebih lanjut dari pihak keluarga di rumah.

Baca Juga:  Viral Pungli Dishub Bekasi Rp1,7 Juta - Rp3 Juta, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Desak Pecat Oknum Pelaku

Selain itu, masa pertemuan dan komunikasi awal ini merupakan kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan untuk menyampaikan segala hal yang perlu diketahui oleh pihak sekolah demi menjamin keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan anak selama berada di lingkungan sekolah. Jangan sungkan untuk menyampaikan secara terbuka, rinci, dan tulus hal-hal khusus yang berkaitan dengan kondisi anak, seperti riwayat alergi terhadap jenis makanan tertentu, obat-obatan, atau benda lain, kondisi kesehatan khusus, kebiasaan-kebiasaan tertentu yang membuatnya merasa tenang dan nyaman, cara berkomunikasi yang paling ia mengerti, serta hal-hal lain yang perlu diperhatikan, dihindari, atau dipahami oleh pendidik selama ia sedang belajar dan bermain di sekolah.

Penyampaian informasi yang lengkap, jelas, dan akurat sejak awal akan membantu pendidik memahami karakter, kebutuhan, serta kondisi anak secara lebih mendalam dan utuh. Dengan demikian, pendampingan, perlakuan, dan bimbingan yang diberikan oleh guru dapat menjadi lebih tepat sasaran, ramah, lembut, bijaksana, dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing anak secara individu. Sinergi yang kuat antara orang tua dan pendidik akan menjadi pondasi kokoh yang membuat anak merasa aman, dicintai, dan didukung sepenuhnya untuk tumbuh dan berkembang dengan bahagia.

Penulis: Sugianto

Editor: Marfana

Follow WhatsApp Channel kabarnegri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pecah Tawa di HUT RI ke-81 Polda Lampung, Kombes Fenza Joget Balon hingga Nyanyi Lagu Iwan Fals Bareng Wartawan
Keluarga Besar Polsek Dente Teladas Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81
Meriahkan HUT ke-81 RI, Pasukan Ojek Gabah Pasiran Jaya Curi Perhatian di Pawai Dente Teladas
Semangat Kemerdekaan Membara di Perumahan Mega Regency, Warga RW 013 Gelar Karnaval dan Pawai Meriah
Upacara HUT RI Ke-81 di Kecamatan Dente Teladas Berlangsung Khidmat dan Kondusif 
Semarak HUT RI ke-81, Desa Pasiran Jaya Gelar Upacara Khidmat Meriahkan dengan Karnaval, Lomba Gapura hingga Mancing Mania
Kreatif! Pemuda Kompak 2 Adiwerna Tegal Rayakan HUT RI ke-81 dengan Lomba Berhadiah Utama Sepeda Listrik
Semarak HUT RI ke-81, PT Duta Mega Cemerlang Gelar Turnamen Sepak Bola U-9 dan U-12

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:43 WIB

Pecah Tawa di HUT RI ke-81 Polda Lampung, Kombes Fenza Joget Balon hingga Nyanyi Lagu Iwan Fals Bareng Wartawan

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Keluarga Besar Polsek Dente Teladas Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, Pasukan Ojek Gabah Pasiran Jaya Curi Perhatian di Pawai Dente Teladas

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Perumahan Mega Regency, Warga RW 013 Gelar Karnaval dan Pawai Meriah

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Upacara HUT RI Ke-81 di Kecamatan Dente Teladas Berlangsung Khidmat dan Kondusif 

Berita Terbaru