BANDUNG BARAT – Kabarnegri.id – Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (BOMBER), Dian Purnama atau yang akrab disapa Apin Marmot, menegaskan bahwa Bobotoh telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa Barat. Menurutnya, kecintaan terhadap Persib Bandung kini tidak lagi sekadar hobi, melainkan telah menjadi identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Apin usai menyambut keberhasilan Persib Bandung melaju ke final Piala Presiden 2026 dengan catatan impresif tanpa menelan kekalahan. Ia berharap Maung Bandung mampu menutup turnamen dengan meraih gelar juara sebagai hadiah istimewa bagi jutaan Bobotoh.
“Alhamdulillah Persib tampil sangat luar biasa di Piala Presiden 2026. Kita semua berharap Persib bisa membawa pulang trofi juara sebagai kado terbaik untuk seluruh Bobotoh,” ujar Apin saat ditemui di GOR Sangkuriang Cimahi, Kamis (6/8/2026).
Memasuki usia 25 tahun organisasi BOMBER, Apin mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat untuk bergabung menjadi anggota. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa semangat mendukung Persib telah menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Bobotoh sekarang bukan lagi sekadar komunitas pendukung sepak bola. Bobotoh sudah menjadi bagian dari budaya Jawa Barat, bahkan penyebarannya sudah meluas ke berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Ia mengungkapkan, setiap kali pendaftaran anggota baru dibuka, jumlah peminat selalu tinggi. Hal tersebut menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan loyalitas yang diusung BOMBER tetap diminati oleh generasi muda.
Apin menjelaskan, salah satu kekuatan utama BOMBER adalah semangat persaudaraan yang terus dijaga sejak organisasi berdiri. Selain menjalin silaturahmi antaranggota, BOMBER juga dikenal memiliki identitas khas berupa suara terompet yang selalu menggema di tribun untuk membakar semangat pemain Persib.
“Yang membedakan BOMBER dengan kelompok pendukung lainnya adalah persaudaraan yang kuat. Kami selalu menjaga silaturahmi, kemudian ada ciri khas suara terompet dan goyangan semangat yang selalu mengiringi dukungan di stadion,” jelasnya.
Ia memastikan identitas tersebut akan terus dipertahankan sekaligus dikembangkan melalui berbagai kreativitas agar suasana dukungan terhadap Persib semakin meriah.
Di sisi lain, Apin menilai tantangan terbesar yang dihadapi Bobotoh saat ini adalah keterbatasan kapasitas stadion yang hanya mampu menampung sekitar 30 ribu penonton, sementara jumlah pendukung Persib mencapai jutaan orang.
Kondisi tersebut sering kali menyebabkan kelangkaan tiket setiap pertandingan penting. Meski demikian, ia mengajak seluruh Bobotoh untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terpecah hanya karena keterbatasan tersebut.
“Memang kapasitas stadion sangat terbatas dibanding jumlah Bobotoh. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk memaklumi kondisi tersebut. Yang paling penting adalah tetap bersatu dan terus memberikan dukungan terbaik kepada Persib, di mana pun berada,” tutup Apin.
Keberhasilan Persib melangkah ke final Piala Presiden 2026 semakin mempertegas besarnya antusiasme Bobotoh. Memasuki usia ke-25 tahun, BOMBER pun berkomitmen terus memperkuat persaudaraan, menjaga budaya dukungan yang positif, serta menjadi bagian dari perjalanan Persib Bandung meraih prestasi di level nasional maupun internasional.
Penulis : Abdul
Editor : Marfana







