Lampung – Kabarnegri.id – Daun dadap serep atau Erythrina subumbrans merupakan salah satu tanaman herbal yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Jawa. Tanaman ini mudah dikenali dari bentuk daunnya yang bulat telur hingga segitiga melebar dengan ujung lancip, tumbuh dalam satu tangkai yang terdiri dari tiga helai daun majemuk.
Nama “serep” sendiri berasal dari bahasa Jawa, “srep” yang berarti dingin. Penamaan ini merujuk pada sensasi menyejukkan yang diberikan saat daun diaplikasikan ke tubuh.
Secara kandungan, berdasarkan rangkuman artikel kesehatan Alodokter dan Halodoc, daun dadap serep kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin. Keempat senyawa tersebut dikenal memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiradang.
Berikut 5 manfaat daun dadap serep yang dipercaya baik untuk kesehatan:
1. Menurunkan Demam Secara Alami
Ini adalah khasiat paling populer. Secara tradisional, daun segar yang diremas hingga mengeluarkan sari, kemudian ditempelkan di dahi atau dada untuk memberikan efek dingin dan membantu menurunkan suhu tubuh secara topikal.
2. Meredakan Bengkak dan Peradangan
Sifat antiinflamasi membantu mengurangi pembengkakan akibat cedera otot, pegal-pegal, bisul, hingga nyeri sendi atau rematik.
3. Melancarkan Produksi ASI
Bagi ibu menyusui, daun dadap serep dipercaya sebagai galaktagog alami yang dapat membantu meningkatkan volume dan melancarkan air susu ibu (ASI).
4. Mengatasi Gangguan Tidur
Kandungan alkaloid di dalamnya memberikan efek sedatif ringan atau menenangkan, sehingga dapat membantu merilekskan pikiran dan memperbaiki kualitas tidur bagi penderita insomnia.
5. Meredakan Batuk dan Sakit Tenggorokan
Air perasan daun yang dikombinasikan dengan madu murni dipercaya dapat membantu mengencerkan dahak dan menenangkan saluran pernapasan.
Tips Aman Penggunaan
Meski alami, penggunaannya tetap harus hati-hati:
1. Cuci bersih daun dengan air mengalir sebelum diolah untuk menghilangkan sisa pestisida dan kotoran.
2. Gunakan air matang jika ingin mengonsumsi air perasannya secara langsung.
3. Hindari membalurkan ramuan daun pada luka terbuka yang lebar, bernanah, atau infeksi serius.
4. Jangan gunakan dalam jangka panjang tanpa jeda untuk mencegah penumpukan senyawa alkaloid di dalam tubuh.
Disclaimer: Informasi ini bersifat umum dan sebagian besar merujuk pada pengobatan tradisional serta studi praklinis. Jika demam tinggi atau peradangan tidak membaik dalam 2-3 hari, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan medis yang tepat.
Penulis : Sugianto
Editor : Marfana







