BANDUNG, – Kabarnegri.id – 25 Juni 2026 – Sejumlah fakta baru mengenai latar belakang dan karakter Taufik Hidayat, terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya Yuvita Tri Rezeki, kini terungkap ke publik. Informasi ini muncul dari pengakuan mantan istri kandung serta ayah kandung tersangka, saat keduanya diwawancarai langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Rekaman percakapan tersebut kemudian diunggah di akun resmi TikTok @dedimulyadiofficial dan menjadi sorotan luas masyarakat.
Menurut penuturan mantan istri Taufik yang bernama Susi, hubungan keduanya berjalan sangat cepat. Mereka hanya berkenalan dan menjalin kasih selama dua bulan, kemudian memutuskan menikah pada tahun 2015. Namun bahtera rumah tangga itu tidak bertahan lama, bahkan baru berumur sekitar dua minggu saja.
“Pacaran enggak lama cuma dua bulan. Lalu menikah pada 2015. Enggak lama, hanya dua minggu,” ujar Susi menjawab pertanyaan Gubernur Dedi Mulyadi.
Susi menceritakan bahwa Taufik meninggalkannya saat dirinya sedang mengandung anak pertama mereka. Kepergian itu pun bukan tanpa jejak; Taufik diketahui membawa serta seluruh mahar pernikahan berupa emas seberat sekitar 10 gram beserta cincin tunangan yang diserahkan saat acara pernikahan.
Selama waktu singkat tinggal satu atap, Susi mulai merasakan sifat asli mantan suaminya. Ia menggambarkan Taufik sebagai sosok yang sangat pencemburu, terlalu protektif, serta memiliki emosi yang mudah meledak. Ketika keinginannya tidak dituruti, Taufik kerap mengamuk dan membanting barang‑barang yang ada di rumah.
“Taufik kerap mengamuk, termasuk membanting barang‑barang di rumah, ketika keinginannya tidak dituruti,” ungkap Susi dengan nada sedih.
Dari pernikahan tersebut, lahir seorang anak yang kini telah berusia sekitar 10 tahun. Susi menuturkan bahwa selama belasan tahun ini, Taufik hampir tidak pernah memberikan nafkah sedikit pun, apalagi menjenguk atau sekadar menanyakan kabar anaknya.
Pengakuan serupa namun lebih mendalam datang dari ayah kandung Taufik yang dipanggil Tata. Ia mengonfirmasi bahwa sifat temperamental putranya memang sudah terlihat sejak masih kecil. Seiring bertambahnya usia, sifat tersebut tidak membaik, justru semakin parah dan disertai kebiasaan buruk lainnya.
Menurut ayahnya, saat beranjak dewasa Taufik diketahui pernah mengonsumsi obat‑obatan terlarang. Bahkan, ia juga pernah terjerat kasus hukum dan menjalani hukuman penjara selama sekitar satu setengah tahun. Kasus tersebut berawal dari dugaan penganiayaan terhadap orang lain serta penggelapan sepeda motor milik orang lain.
Yang paling menyedihkan, Tata mengaku dirinya sendiri pernah menjadi sasaran kekerasan dari anak kandungnya itu. Ia menceritakan peristiwa pahit saat dipukuli oleh Taufik menggunakan sepotong kayu hingga terluka di bagian kepala.
“Pernah dipukulin saya di kepala, dipukuli pakai kayu,” ujar Tata dengan suara bergetar saat bercerita di hadapan Gubernur Jawa Barat.
Kumpulan fakta ini semakin melengkapi gambaran mengenai sosok Taufik Hidayat yang kini sedang menjalani proses hukum. Masyarakat pun semakin menyayangkan nasib para korban yang pernah berada di dekatnya, mulai dari mantan istri, ayah kandung, hingga korban terbaru Yuvita yang kini harus berjuang memulihkan diri dari luka berat dan kerusakan organ permanen akibat perlakuan keji tersebut.
Penulis: Arjun
Editor: Marfana







