TANGSEL – Kabarnegri.id – Seorang siswi kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026) sore.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Insiden tersebut sempat mengganggu perjalanan Commuter Line relasi Tanah Abang – Rangkasbitung.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab korban berada terlalu dekat dengan jalur kereta, termasuk mendalami dugaan bunuh diri.
“Kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini,” ujar Boy kepada wartawan, Senin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban berada di area peron saat rangkaian KRL jurusan Tanah Abang – Parung Panjang hendak masuk stasiun. Sejumlah saksi menyebut korban berdiri terlalu dekat dengan bibir peron dan terlihat terburu-buru masuk ke gerbong sebelum kereta berhenti sempurna.
Namun, keterangan saksi tersebut masih akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan dan bukti-bukti di lokasi.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Tangerang Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, identitas korban masih dalam proses identifikasi oleh petugas.
Akibat kejadian itu, perjalanan KRL sempat tertahan sekitar 10 menit untuk proses evakuasi. Sejumlah penumpang mengaku awalnya hanya mendapat informasi kereta berhenti karena menunggu sinyal, sebelum akhirnya beredar kabar adanya orang tertabrak di kawasan Stasiun Jurangmangu.
Polisi memastikan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian tersebut.
Penulis : Abdan
Editor : Endro







