PURWAKARTA, KABARNEGRI.ID – Motif di balik peristiwa pembunuhan yang menimpa seorang marbut masjid berinisial AS (65) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Kejahatan mematikan itu ternyata berakar dari rasa sakit hati yang dipendam pelaku akibat ucapan korban yang menyinggung kondisi perekonomiannya.
Pelaku pembunuhan tersebut diketahui bernama Fajar Sugama (35), yang tak lain adalah tetangga korban sendiri. Ia diduga nekat menghabisi nyawa korban karena merasa tersinggung dengan ucapan korban yang menyentuh persoalan ekonomi yang dijalani pelaku.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, menyampaikan bahwa pelaku berhasil diamankan petugas hanya berselang beberapa jam setelah peristiwa terjadi.
“Fajar ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan,” ujar I Made saat memberikan keterangan resmi pada Jumat (7/8).
Bersama penangkapan pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa dua senjata tajam jenis pedang dan celurit, serta pakaian yang diduga dikenakan pelaku saat melakukan aksi pembunuhan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik, diduga kuat motif utama pelaku melancarkan aksinya adalah rasa sakit hati yang telah lama dipendam terhadap korban.
“Motif sementara diketahui karena sakit hati. Namun kami masih terus mendalami sejak kapan pelaku memendam perasaan tersebut serta rangkaian peristiwa yang memicu meledaknya konflik ini,” jelas Kasat Reskrim.
Atas perbuatannya yang merenggut nyawa orang lain, pelaku kini dijerat dengan Pasal 458 Ayat (1) dan/atau Pasal 466 Ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan menegakkan keadilan sepenuhnya.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat bersama agar senantiasa menjaga lisan dan menghargai sesama, karena ucapan yang menyakiti hati dapat memicu konflik berujung tragis dan merugikan banyak pihak.
Penulis : Arfan
Editor : Marfana







