JAKARTA UTARA, Kabarnegri.id – Sebuah penemuan mengkhawatirkan terjadi pada Sabtu pagi, 20 Juni 2026. Seorang pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong saluran air yang terletak di Jalan Lodan Raya, tepatnya di depan lingkungan Kampus Universitas Bina Mandiri (UBM), Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Penemuan jasad pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB, ketika seorang warga yang sedang melintas melihat adanya kerumunan orang di sekitar lokasi. Setelah mendekat dan melakukan pengecekan, diketahui bahwa di dalam gorong-gorong tersebut terdapat sesosok tubuh laki-laki yang sudah tidak bernyawa.
Berdasarkan keterangan saksi mata, korban sebelumnya sempat terlihat masuk ke dalam gorong-gorong tersebut pada hari Jumat, 19 Juni 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Saksi yang melihat kejadian saat itu kemudian memastikan bahwa pria yang ditemukan meninggal keesokan harinya adalah orang yang sama.
Segera setelah ditemukan, peristiwa ini dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Pademangan. Mendapat laporan tersebut, sejumlah petugas langsung bergerak mendatangi lokasi kejadian bersama unsur terkait untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan keterangan serta bukti yang diperlukan.
Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun. Namun hingga saat ini, identitas lengkapnya masih belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan dokumen atau tanda pengenal apapun yang melekat pada tubuh maupun pakaian yang dikenakannya.
Pemeriksaan awal yang dilakukan petugas menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, luka tusuk, benturan, atau bekas penganiayaan pada bagian tubuh korban. Berdasarkan kondisi lokasi dan keadaan jasad, dugaan sementara yang berkembang adalah korban meninggal dunia akibat tenggelam. Gorong-gorong tersebut terhubung langsung dengan aliran Kali Sodetan yang memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter, sehingga diduga korban tergelincir atau terjatuh dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Sebagai langkah penanganan selanjutnya, petugas telah mengamankan lokasi kejadian agar tidak terganggu, memeriksa dan mencatat keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui peristiwa, serta mendokumentasikan seluruh kondisi tempat dan jasad. Jasad korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematiannya.
Saat ini, kasus ini masih terus ditangani oleh tim penyidik Polsek Pademangan. Pihak kepolisian juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang mengenali ciri-ciri korban atau memiliki informasi terkait keberadaan orang yang hilang untuk segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat guna membantu proses pengidentifikasian.
Penulis: Ucok Nursan
Editor: Marfana







