Jakarta Selatan – Kabarnegri.id – Penemuan 995 pucuk senjata api di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berbuntut panjang. Tim kuasa hukum yayasan mendesak polisi segera membongkar satu ruangan lain berbentuk bunker yang hingga kini belum berhasil dibuka dan diduga berisi barang berbahaya.
Senjata api, alat pencetak peluru, kepingan CD video porno, hingga narkoba itu ditemukan di sebuah ruangan tertutup yang sebelumnya ditempati mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD.
IWD diketahui telah dipecat sejak April 2026 karena dugaan penyalahgunaan dana yayasan. Dari keterangan yang dihimpun, ia diduga membeli sebidang tanah atas nama istrinya menggunakan uang yayasan.
“Kami meminta keseriusan dan tindakan segera dari kepolisian, karena masih ada satu ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan yang berbentuk seperti bunker itu agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka,” ujar Kuasa Hukum yayasan sekolah swasta, Hermawanto di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (7/8).
Menurut Hermawanto, bunker tersebut berada di ruang tersembunyi bawah tanah di lingkungan sekolah. Pihaknya berharap tidak ada lagi temuan senjata api maupun barang berbahaya lainnya di dalam bunker tersebut.
“Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana,” katanya.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan ratusan senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah tersebut. Polisi menerima laporan dari masyarakat terkait temuan itu pada 15 Juli 2026.
Guna penanganan awal, penyidik telah membuat Laporan Polisi Model A sebelum proses penyelidikan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terkait asal-usul ratusan senjata api tersebut.
Penulis : Victor GS
Editor : Marfana







