BANTUL – Kabarnegri.id – Gelombang pasang air laut setinggi dua hingga tiga meter melanda kawasan pesisir Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, pada Selasa pagi. Dua titik pantai utama di wilayah tersebut, yaitu Pantai Baru dan Pantai Pandansimo, turut terkena dampak hantaman ombak yang kuat. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerusakan bangunan dan alat tangkap menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Berdasarkan data dan pantauan langsung di lapangan, gelombang pasang pertama kali mulai menghantam bibir pantai pada pukul 04.45 WIB. Ombak yang lebih tinggi dari biasanya langsung menyapu deretan warung kuliner dan bangunan di kawasan Pantai Baru. Kurang dari satu jam kemudian, tepatnya pada pukul 05.30 WIB, gelombang kembali datang dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan menghantam kawasan Komplek Pandansimo. Hantaman kali ini terasa lebih dahsyat dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada bangunan-bangunan yang berada di tepi pantai. Air laut baru perlahan mulai surut dan kembali ke batas normal sekitar pukul 08.00 WIB.
Akibat hantaman ombak yang kuat serta abrasi yang terjadi, tercatat sejumlah kerusakan pada bangunan milik warga dan alat tangkap laut, antara lain:
1. Rumah milik Ibu Siti roboh total diterjang gelombang;
2. Rumah milik Ibu Samsinah juga roboh tertimpa hantaman ombak;
3. Satu unit perahu milik Kelompok Nelayan Mitra Pantai (KNMP) mengalami kerusakan parah hingga pecah, akibat terguncang dan berbenturan dengan perahu lain saat diterjang ombak besar.
Hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun dari sisi kerugian materiil, taksiran sementara mencatat:
– Kerusakan dua unit rumah yang roboh diperkirakan sekitar Rp10.000.000,00;
– Kerusakan satu unit perahu pecah diperkirakan sekitar Rp1.000.000,00;
– Sehingga total kerugian materiil ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Pasca kejadian, aparat setempat bersama relawan terus melakukan pemantauan secara intensif di sepanjang kawasan Pantai Pandansimo maupun Pantai Baru. Hal ini mengingat kondisi laut yang masih bergejolak dengan potensi gelombang tinggi dan tiupan angin kencang yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Pemerintah setempat melalui aparat berwenang mengimbau kepada seluruh warga yang tinggal di pesisir maupun para wisatawan untuk sementara waktu menjauhi bibir pantai dan tidak melaut demi keselamatan bersama. Warga yang rumahnya berada di tepi pantai juga diharapkan tetap waspada dan siap mengungsi sewaktu-waktu apabila kondisi laut kembali memburuk.
Penulis : Sumpeno
Editor : Marfana







