Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah: Satu Meninggal Dunia, Dua Luka Berat, dan Misteri Keterlambatan Lapor Yang Mengundang Tanda Tanya

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok Tengah: Satu Meninggal Dunia, Dua Luka Berat, dan Misteri Keterlambatan Lapor Yang Mengundang Tanda Tanya

LOMBOK TENGAH – Kabarnegri.id – Kasus kekerasan keji yang menimpa tiga orang santri di sebuah Pondok Pesantren di wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat luas. Peristiwa yang sangat menyedihkan ini sebenarnya telah terjadi sejak bulan November 2025, namun fakta lengkap serta proses hukumnya baru terungkap dan diproses secara serius ke jenjang kepolisian pada bulan Juni 2026.

Tragedi berdarah ini menelan korban jiwa seorang santri bernama Sabirin, yang tak mampu bertahan dari hebatnya luka bakar yang dideritanya. Dua rekannya yang lain, Sahid Alkudri dan Ahmad Devan Ramdan, berhasil selamat namun harus menanggung penderitaan panjang. Keduanya mengalami luka bakar yang sangat serius dan dampak fisik maupun psikis yang sifatnya permanen, mengubah sisa hidup mereka penuh dengan bekas luka dan kenangan kelam yang tak mudah dihapus.

Advertisements
Beli 1 gratis 1

Berdasarkan penyelidikan awal, motif di balik kejadian mengerikan ini diduga kuat bermula dari rasa dendam yang dipendam pelaku. Pelaku merasa tersinggung karena sering ditegur dan dilaporkan oleh ketiga santri tersebut terkait dugaan tindakan perundungan atau perkelahian yang dilakukannya. Rasa sakit hati itu kemudian meledak menjadi kejahatan yang tak terbayangkan: pelaku diketahui mengunci ruangan tempat mereka berada dari luar, menyiramkan bensin, lalu dengan sengaja menyalakan api di tempat tersebut.

Yang menjadi sorotan besar adalah jeda waktu yang cukup panjang antara kejadian dan pelaporan ke pihak berwajib. Keluarga korban mengaku bahwa selama ini fokus utama mereka tertuju pada upaya pengobatan dan perawatan intensif bagi para korban yang mengalami luka berat. Namun, muncul dugaan lain yang mengkhawatirkan: adanya tekanan, intimidasi, hingga ancaman paksaan membayar denda yang membuat keluarga korban takut dan enggan untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dugaan ini kini menjadi bagian penting yang sedang didalami secara mendalam oleh aparat penegak hukum untuk mengungkap seluruh fakta yang tersembunyi.

Advertisements
Jaket Murah Kekinian
Baca Juga:  Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Winda Lorenza, Duga Ada Kejanggalan

Kini, kasus yang sempat tertutup ini akhirnya mulai berjalan. Kepolisian telah secara resmi meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dan memastikan proses hukum berjalan adil.

Kasus ini memicu keprihatinan luas dari berbagai pihak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak agar penegakan hukum berjalan tegas, adil, sekaligus memastikan pemulihan fisik dan mental bagi para korban. Sementara itu, Anggota DPR RI meminta agar kasus ini diusut secara tuntas, mendalam, dan tanpa pandang bulu kepada siapa pun yang terlibat.

Advertisements
Beli 1 Gratis 1

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Keadilan bagi korban serta perlindungan penuh terhadap anak-anak harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada ruang sekecil apa pun bagi kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk di pondok pesantren yang seharusnya menjadi tempat paling aman, nyaman, dan damai bagi anak-anak untuk menuntut ilmu.

Penulis: Eko

Editor: Marfana

Follow WhatsApp Channel kabarnegri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pecah Tawa di HUT RI ke-81 Polda Lampung, Kombes Fenza Joget Balon hingga Nyanyi Lagu Iwan Fals Bareng Wartawan
Keluarga Besar Polsek Dente Teladas Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81
Meriahkan HUT ke-81 RI, Pasukan Ojek Gabah Pasiran Jaya Curi Perhatian di Pawai Dente Teladas
Semangat Kemerdekaan Membara di Perumahan Mega Regency, Warga RW 013 Gelar Karnaval dan Pawai Meriah
Upacara HUT RI Ke-81 di Kecamatan Dente Teladas Berlangsung Khidmat dan Kondusif 
Semarak HUT RI ke-81, Desa Pasiran Jaya Gelar Upacara Khidmat Meriahkan dengan Karnaval, Lomba Gapura hingga Mancing Mania
Kreatif! Pemuda Kompak 2 Adiwerna Tegal Rayakan HUT RI ke-81 dengan Lomba Berhadiah Utama Sepeda Listrik
Semarak HUT RI ke-81, PT Duta Mega Cemerlang Gelar Turnamen Sepak Bola U-9 dan U-12

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:43 WIB

Pecah Tawa di HUT RI ke-81 Polda Lampung, Kombes Fenza Joget Balon hingga Nyanyi Lagu Iwan Fals Bareng Wartawan

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Keluarga Besar Polsek Dente Teladas Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, Pasukan Ojek Gabah Pasiran Jaya Curi Perhatian di Pawai Dente Teladas

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Perumahan Mega Regency, Warga RW 013 Gelar Karnaval dan Pawai Meriah

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Upacara HUT RI Ke-81 di Kecamatan Dente Teladas Berlangsung Khidmat dan Kondusif 

Berita Terbaru