BOGOR, - Kabarnegri.id -1 Juli 2026 – Dalam upacara besar peringatan Hari Bhayangkara yang ke‑80 yang digelar dengan khidmat di Lapangan Satlat Korps Brigade Mobil (Korbrimob), kawasan Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu siang ini, kehadiran Kepala Negara memberikan makna istimewa bagi seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Di hadapan ribuan anggota Bhayangkara dan tamu undangan, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyampaikan apresiasi luar biasa tinggi terhadap kinerja nyata yang ditunjukkan Polri dalam mendukung keberhasilan program prioritas nasional: Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dapur‑dapur pusat penyediaan Makan Bergizi Gratis.
Presiden dengan tegas menyatakan bahwa pengelolaan dapur‑dapur yang dibangun dan dijalankan oleh institusi kepolisian ini menempati peringkat teratas mutu pelayanannya dibandingkan unit serupa lainnya di seluruh Indonesia.
“Saya tidak ragu‑ragu menyampaikannya secara terbuka di sini: dapur‑dapur yang didirikan, dikelola, dan dilayani oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah dapur‑dapur yang terbaik dalam melayani kebutuhan gizi masyarakat penerima manfaat,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pimpinan tertinggi kepolisian dan seluruh barisan personel yang berbaris rapi.
Kepala Negara mengaku sangat terkesan dan merasa gembira melihat semangat serta kelincahan kerja yang ditunjukkan oleh jajaran Polri. Dalam waktu yang relatif singkat, institusi ini telah berhasil mendirikan dan mengoperasikan lebih dari seribu unit pusat pelayanan gizi yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten, hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Langkah besar ini dinilai bukan sekadar pembangunan bangunan fisik, melainkan bukti pengabdian nyata yang memperlebar jangkauan manfaat program agar bisa dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan mulai dari anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, hingga warga lanjut usia yang kurang mampu .
Presiden menegaskan, penilaian istimewa ini bukanlah sekadar pandangan pribadi atau pujian sepihak semata. Kualitas pengelolaan, kebersihan bahan baku, ketepatan takaran gizi, serta kerapian pelayanan di dapur‑dapur milik Polri ternyata telah diakui keunggulannya oleh pihak‑pihak independen. Mulai dari para pengamat tata kelola pelayanan publik, tenaga ahli gizi, hingga lembaga peninjau asal luar negeri yang turun langsung memeriksa kesiapan operasional dan mutu makanan yang disiapkan setiap harinya.
Kepala Negara menyoroti bahwa kerja sama padu antara pemerintah pusat yang menetapkan kebijakan besar, dengan kepolisian yang bergerak cepat di lapangan, adalah contoh nyata keberhasilan pelayanan publik yang efektif. Sinergi semacam ini diharapkan terus dipelihara, diperkuat, dan diperluas jangkauannya. Semakin banyak titik pelayanan gizi yang beroperasi dengan standar tinggi, semakin besar peluang bagi Indonesia untuk mencapai target nasional: menurunkan angka kekurangan gizi, menekan kasus gangguan pertumbuhan balita, serta membangun kualitas sumber daya manusia yang lebih sehat, kuat, dan cerdas di masa depan .
“Kita ingin pastikan manfaat makanan bergizi ini sampai ke tangan saudara‑saudara kita yang membutuhkan, sampai ke pelosok desa, sampai ke pulau‑pulau terluar, tanpa terkecuali. Dan di sini, Polri telah membuktikan diri sebagai mitra negara yang sangat andal untuk tugas mulia ini,” tambah Presiden.
Penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis ini juga dirancang agar memberi dampak ganda positif: selain memenuhi kebutuhan asupan gizi warga, pembelian bahan pangan secara besar‑besaran dilakukan langsung dari petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal sehingga perekonomian rakyat pun ikut berputar dan tumbuh lebih baik .
Di penghujung bagian pidato ini, Presiden berharap keberhasilan pengelolaan SPPG oleh Polri dapat terus ditingkatkan mutunya, sekaligus menjadi teladan bagi pengelolaan serupa di instansi lain. Kehadiran Bhayangkara tidak hanya terasa saat menjaga keamanan, tetapi juga hadir nyata melayani kebutuhan dasar kemanusiaan sesuai sumpah setia mereka: Abdi Utama bagi Nusa dan Bangsa.
Penulis: Victor
Editor: Marfana







