Demokrasi Yang Tergores: Kritik Tegas Abie Fu Terhadap Pilkades 2026–2034 Yang Mengancam Kerukunan Desa

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demokrasi Yang Tergores: Kritik Tegas Abie Fu Terhadap Pilkades 2026–2034 Yang Mengancam Kerukunan Desa

Bekasi,- Kabarnegri.id – 30 Juni 2026 – Di tengah hiruk‑pikuk persiapan pemilihan kepala desa untuk masa bakti delapan tahun ke depan, periode 2026 hingga 2034, muncul suara keprihatinan mendalam dari sosok yang lama dikenal peduli pada nasib lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Abie FU, pegiat lingkungan sekaligus pemerhati masalah sosial, melontarkan pandangan kritis bahwa kontestasi politik tingkat desa kini telah kehilangan hakikatnya. Alih‑alih menjadi ajang pertukaran gagasan terbaik demi kemajuan bersama, pemilihan ini makin berubah menjadi medan pertarungan yang merobek tatanan kehidupan bermasyarakat.

Demokrasi yang Tercederai: Ancaman di Balik Kotak Suara

Advertisements
Beli 1 gratis 1

Menurut pengamatan Abie, nilai paling dasar dari demokrasi—yaitu kebebasan warga menentukan pilihannya tanpa rasa takut atau paksaan—kini berada di ambang kehancuran. Ia menolak keras segala bentuk tekanan, bujukan, maupun ancaman yang dilakukan pihak tertentu demi mengarahkan pilihan warga sesuai kehendak mereka sendiri.

“Demokrasi kita sedang cacat parah,” ujarnya dengan nada sendu namun tegas. “Padahal perbedaan pendapat seharusnya menjadi kekayaan bangsa, bukan alasan untuk saling menjauhkan atau menindas. Sungguh memilukan melihat warga diperlakukan berbeda hanya karena mereka tidak menjatuhkan suaranya kepada sosok yang diharapkan sekelompok pihak.”

Advertisements
Jaket Murah Kekinian

Luka Sosial: Ketika Perbedaan Menjadi Dinding Pemisah

Hal yang paling dikhawatirkan Abie adalah apa yang ia sebut sebagai “luka sosial yang sulit sembuh”. Persaingan saat ini sudah tidak lagi sekadar di ruang publik, melainkan telah merembet masuk ke dalam kehidupan yang paling pribadi sekalipun. Di banyak tempat, perbedaan dukungan politik kini berubah menjadi tembok pemisah antarwarga. Hubungan baik bertetangga yang terjalin puluhan tahun kini retak, bahkan ikatan darah dalam satu keluarga pun tak luput terganggu.

Advertisements
Beli 1 Gratis 1

“Jangankan hanya dengan tetangga, di dalam rumah sendiri pun kini ada yang saling mendiamkan, saling mencela, hingga bermusuhan hanya karena beda pilihan calon pemimpin. Inilah akibat politik yang tak beretika: ia meninggalkan sisa kebencian yang bertahan lama, jauh setelah kotak suara sudah ditutup dan pemenang ditetapkan,” sesalnya dengan rasa kecewa.

Baca Juga:  Kapolda Jabar Beberkan Rincian Penangkapan Taufik Hidayat: Dari Pelarian Ke Tangerang Hingga Diamankan di Majalaya

Kader Bayaran dan Perang Kata Tanpa Solusi

Keprihatinan itu makin bertambah melihat menjamurnya orang‑orang yang disiapkan sekadar sebagai pendukung bayaran—bukan karena memahami visi pembangunan—namun semata‑mata demi keuntungan sesaat. Keberadaan mereka, menurut Abie, turut mengaburkan penilaian warga sehingga lupa melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan desanya.

Lebih menyedihkan lagi, para calon pemimpin pun kerap memberi teladan yang buruk. Alih‑alih bersaing menawarkan rencana kerja nyata, gagasan pemecahan masalah, atau langkah kemajuan desa, mereka justru sibuk menyerang pribadi lawan, menyebarkan berita tidak benar, serta saling menjatuhkan demi kemenangan sesaat. Pola pikir semacam ini dinilainya sebagai langkah mundur bagi kualitas kepemimpinan desa ke depannya.

Seruan Kembali ke Nurani dan Akal Sehat

Di akhir pandangannya, Abie mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berhenti sejenak dan merenung kembali makna pemilihan ini. Keputusan yang diambil hari ini akan menentukan arah jalan desa selama delapan tahun ke depan—waktu yang sangat panjang untuk sekadar diserahkan kepada janji manis atau tekanan pihak lain.

“Pilihlah pemimpin bukan karena dipaksa, bukan karena diberi imbalan, dan bukan sekadar ikut‑ikutan arus mayoritas. Gunakanlah akal sehat dan hati nurani. Carilah sosok yang terbukti jujur, dapat dipercaya, peduli lingkungan, serta berniat tulus mengangkat taraf hidup warga. Jangan sampai kita menukar masa depan desa kita hanya demi kepentingan pribadi atau kelompok semata. Jagalah persatuan kita, karena itu jauh lebih mahal harganya daripada sekadar kemenangan pemilu,” pesannya dengan harapan yang besar.

Sebagai penutup, disampaikan pesan sederhana namun mendalam bagi seluruh warga: Pilkades 2026–2034 adalah cermin kedewasaan kita sebagai warga. Mari kita buktikan bahwa suara rakyat tak bisa dibeli, dan persatuan desa tak boleh dipecah belah oleh kepentingan yang merusak.

Baca Juga:  Dikawal Ribuan Pendukung, H. Ibnu Rusdi SE Resmi Daftarkan Diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kedungwaringin 2026–2034

Penulis: Abie fu

Follow WhatsApp Channel kabarnegri.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pecah Tawa di HUT RI ke-81 Polda Lampung, Kombes Fenza Joget Balon hingga Nyanyi Lagu Iwan Fals Bareng Wartawan
Keluarga Besar Polsek Dente Teladas Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81
Meriahkan HUT ke-81 RI, Pasukan Ojek Gabah Pasiran Jaya Curi Perhatian di Pawai Dente Teladas
Semangat Kemerdekaan Membara di Perumahan Mega Regency, Warga RW 013 Gelar Karnaval dan Pawai Meriah
Upacara HUT RI Ke-81 di Kecamatan Dente Teladas Berlangsung Khidmat dan Kondusif 
Semarak HUT RI ke-81, Desa Pasiran Jaya Gelar Upacara Khidmat Meriahkan dengan Karnaval, Lomba Gapura hingga Mancing Mania
Kreatif! Pemuda Kompak 2 Adiwerna Tegal Rayakan HUT RI ke-81 dengan Lomba Berhadiah Utama Sepeda Listrik
Semarak HUT RI ke-81, PT Duta Mega Cemerlang Gelar Turnamen Sepak Bola U-9 dan U-12

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:43 WIB

Pecah Tawa di HUT RI ke-81 Polda Lampung, Kombes Fenza Joget Balon hingga Nyanyi Lagu Iwan Fals Bareng Wartawan

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Keluarga Besar Polsek Dente Teladas Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, Pasukan Ojek Gabah Pasiran Jaya Curi Perhatian di Pawai Dente Teladas

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Perumahan Mega Regency, Warga RW 013 Gelar Karnaval dan Pawai Meriah

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Upacara HUT RI Ke-81 di Kecamatan Dente Teladas Berlangsung Khidmat dan Kondusif 

Berita Terbaru