BEKASI, – Kabarnegri.id – 29 Juni 2026 – Pagi hari yang biasanya sibuk namun tertib di persimpangan lampu lalu lintas kawasan Unisma, Jalan Cut Mutia, Kecamatan Bekasi Timur, tiba‑tiba berubah menjadi pemandangan yang mengerikan. Sebuah truk boks bersayap meluncur deras dari arah Jakarta menuju Terminal Bekasi; diduga mengalami kegagalan total pada sistem pengeremannya sehingga tak lagi bisa dikendalikan. Di saat lampu sinyal lalu lintas menyala merah—saat deretan pengendara sepeda motor berhenti rapi menunggu giliran—kendaraan berat itu justru makin mendekat tanpa tanda‑tanda melambat, lalu menghantam keras segala sesuatu yang ada di hadapannya.
Bayu Sukma Nugraha, warga yang menyaksikan peristiwa itu dari dekat, masih terbayang jelas betapa cepatnya laju kendaraan tersebut. “Dari kejauhan sudah tampak melaju kencang sekali. Lampu merah masih menyala terang, belum ada satu kendaraan pun yang bergerak. Tanpa suara rem atau peringatan apa pun, ia langsung menabrak barisan kendaraan yang berhenti,” ujarnya menggambarkan detik‑detik nahas itu.
Daya hancur benturan sedemikian besar hingga tak hanya merusak kendaraan di jalurnya saja. Bagian badan truk terus menerobos ke tengah persimpangan, lalu menabrak pula sepeda motor yang sedang melintas dari arah keluar Tol Timur menuju lingkungan SMP Negeri 2 Kota Bekasi. Suara benturan logam bergema keras, kendaraan‑kendaraan kecil terlempar, berhimpitan, dan berserakan di sepanjang jalan. Berdasarkan perkiraan saksi, sedikitnya enam sepeda motor dari satu arah serta delapan unit lainnya dari arah persimpangan terlibat—berjumlah belasan kendaraan semuanya.
Di sela‑sela tumpukan besi yang penyok dan hancur, tampak penderitaan korban. Seorang pengemudi ojek daring terbaring tak berdaya, nyawanya tak tertolong lagi meski sudah segera dibantu warga. Sekitar tujuh orang lainnya meringis menahan sakit, ada yang berdarah‑darah atau terjepit, sementara beberapa pengendara beserta kendaraannya sempat terseret agak jauh sebelum akhirnya truk itu berhenti menabrak pembatas beton di tengah jalan.
Hingga berita ini disusun, kepolisian masih sibuk mengamankan lokasi, mengukur jejak, serta mencatat segala bukti yang ada. Belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai penyebab pasti, identitas korban, maupun rincian kerugian yang dialami. Peristiwa ini pun kembali menyisakan keprihatinan: betapa pentingnya menjaga kelayakan kendaraan berat, agar kelalaian atau kerusakan teknis tidak berujung pada musibah yang merenggut nyawa sesama pengguna jalan.
Penulis: Endro
Editor: Marfana







