SINGKAWANG,- Kabarnegri.id – 28 Juni 2026 – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Pertahanan) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyampaikan dukacita yang sedalam‑dalamnya atas bertambahnya jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia. Hingga Sabtu siang, 27 Juni 2026, jumlah korban berjatuhan menjadi lima orang.
Korban kelima yang dikonfirmasi adalah Nola Dya Sari, calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Abdul Aziz, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Menurut penjelasan Mayjen Ketut, almarhumah sempat ditangani tim medis dan dilakukan upaya penyelamatan berupa tindakan resusitasi jantung karena mengalami henti jantung mendadak saat pemeriksaan berlangsung.
Sebelum mengikuti rangkaian pendidikan dasar kemiliteran yang menjadi bagian dari persiapan tugas, Nola Dya Sari telah dinyatakan lulus pemeriksaan kesehatan resmi sesuai prosedur yang berlaku, dengan satu catatan berupa kondisi kelebihan berat badan. Kejadian ini kini menambah deretan kasus kematian dalam program pembinaan tersebut, setelah sebelumnya empat peserta lain — Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan — juga dilaporkan meninggal dunia saat menjalani masa pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Penyebab kematian masing‑masing disebutkan berkaitan dengan komplikasi kondisi kesehatan yang muncul selama proses pembinaan berlangsung.
Program SPPI sendiri digagas pemerintah untuk merekrut lulusan sarjana guna dikerahkan menjadi pengelola profesional koperasi desa dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat desa. Pelaksanaannya melibatkan pembekalan dasar yang diselenggarakan di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan melalui BPSDM Pertahanan.
Pihak Kemhan menyatakan sangat berduka cita dan turut merasakan kesedihan mendalam keluarga yang ditinggalkan. Saat ini sedang dilakukan penelaahan menyeluruh guna mengidentifikasi segala hal yang perlu diperbaiki, mulai dari prosedur pemeriksaan kesehatan awal, penyesuaian materi pembinaan, hingga pengawasan kondisi fisik peserta selama mengikuti kegiatan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pemerintah juga berjanji akan memberikan perlakuan dan bantuan yang layak bagi keluarga seluruh peserta yang berpulang, serta memastikan transparansi informasi perkembangan penanganan kasus ini kepada publik.
Penulis : Arjun
Editor : Roni







