PASIRAN JAYA, KABARNEGRI.ID – Organisasi Tirta Lestari yang mengelola pelayanan air bersih di Kampung Pasiran Jaya resmi melakukan penyesuaian tarif air bersih. Kebijakan ini diambil sebagai langkah tak terelakkan guna merespons lonjakan biaya operasional yang terus menekan pelayanan kebutuhan dasar warga.
Kenaikan tarif yang diberlakukan sempat memicu berbagai pertanyaan di kalangan warga. Menanggapi hal tersebut secara terbuka dan transparan, Ketua Organisasi Tirta Lestari Pasiran Jaya, Pak Medi, memberikan penjelasan rinci kepada masyarakat pada Kamis (6/8).
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa air bersih adalah kebutuhan paling dasar setiap warga. Sebelum mengambil keputusan ini, kami sudah berupaya menekan biaya semampu kami. Namun tekanan harga yang terjadi saat ini sudah tidak sanggup kami tanggung sendiri lagi,” ujar Medi dengan nada penuh pengertian.
Dua Faktor Utama Pemicu Penyesuaian
Medi menjelaskan terdapat dua faktor utama yang memaksa pihaknya melakukan penyesuaian tarif. Pertama, harga suku cadang kendaraan operasional melonjak hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu. Kedua, terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Pasiran Jaya yang kini menyentuh angka Rp15.000 per liter, jauh lebih tinggi dibandingkan harga eceran resmi yang berlaku.
“Kombinasi kedua hal ini membuat biaya setiap kali pengiriman air bersih meningkat drastis. Jika harga air tidak disesuaikan, kami khawatir pelayanan justru akan terhenti karena tidak lagi sanggup menutupi biaya operasional yang nyata-nyata terus membengkak,” tambahnya.
Tarif Baru Berdasarkan Wilayah Jangkauan
Berdasarkan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kampung Pasiran Jaya, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), dan Pengelola Tirta Lestari, tarif baru ditetapkan dengan pembagian wilayah sebagai berikut:
– Wilayah Pasiran Jaya: Rp4.000 per jerigen
– Wilayah Dusun Hasan Bulan: Rp4.500 per jerigen
Perbedaan tarif untuk wilayah Dusun Hasan Bulan didasarkan pada pertimbangan jarak tempuh yang lebih jauh serta medan jalan yang berat. Kondisi tersebut secara langsung menuntut konsumsi bahan bakar lebih banyak dan mempercepat keausan kendaraan operasional.
Rincian Biaya Operasional, Dibuka Secara Terbuka
Sebagai wujud transparansi yang dipegang teguh, Tirta Lestari turut memaparkan rincian biaya operasional dalam satu kali perjalanan pengangkutan air dengan kapasitas 56 jerigen:
Pendapatan kotor per rit: 56 jerigen × Rp4.000 = Rp224.000
Rincian pengeluaran:
– Jasa sopir: Rp50.000
– BBM (±5–6 liter): Rp75.000
– Jasa kernet/bongkar muat: Rp25.000
– Pembelian air baku dari depot: Rp14.000
Sisa hasil bersih per rit: Rp60.000
(Apabila tidak menggunakan jasa kernet, sisa bersih per rit menjadi Rp85.000)
Berdasarkan frekuensi pengiriman yang rata-rata berkisar antara 1 hingga 3 kali per hari, Medi menegaskan bahwa sisa dana tersebut sama sekali tidak diambil untuk kepentingan pribadi. Seluruh dana dikumpulkan secara terpusat guna menutupi biaya perawatan rutin kendaraan, pembelian suku cadang, hingga pengembangan sarana dan prasarana penyaluran air bersih agar pelayanan senantiasa terjaga.
Harapan dan Komitmen Bersama
“Kami memohon pengertian dan kebijaksanaan seluruh warga Pasiran Jaya. Kami berjanji akan terus menjaga kualitas air yang disalurkan serta kedisiplinan dalam pelayanan. Jika nantinya kondisi ekonomi dan harga pasaran sudah kembali stabil, kami akan mempertimbangkan kembali penyesuaian harga ini demi kesejahteraan bersama,” pungkas Medi.
Hingga saat ini, warga dikabarkan mulai memahami alasan mendasar di balik penyesuaian tarif tersebut. Meski demikian, sebagian warga menyampaikan harapan agar kebijakan khusus yang lebih terjangkau dapat diberlakukan bagi keluarga kurang mampu. Pihak Pengelola Tirta Lestari menyatakan siap berkoordinasi secara berkelanjutan dengan Pemerintah Kampung Pasiran Jaya guna mencari solusi terbaik demi keberlangsungan pasokan air bersih yang andal dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Catatan Teknis: Sebagai gambaran, konsumsi bahan bakar mobil pengangkut jenis Daihatsu Gran Max dengan muatan di atas 1 ton rata-rata berkisar 10–11 km per liter. Angka tersebut dapat berubah menjadi 12–14 km per liter dalam kondisi tanpa beban, tergantung berbagai faktor seperti kondisi medan jalan, kemiringan jalan, serta kondisi kendaraan itu sendiri.
Penulis : Roni
Editor : Sugiarto
Sumber Berita : Misbah







