BANDUNG BARAT, KABARNEGRI.ID – Pendiri Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (LASQI NJ), Watemo Widjoyo, menyoroti belum terbentuknya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LASQI NJ di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ia mendorong agar kepengurusan segera dibentuk menjelang Festival LASQI Tingkat Nasional 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Mogal atau Atmo Tegal itu, KBB menjadi salah satu dari dua daerah di Jawa Barat yang hingga kini belum memiliki kepengurusan resmi LASQI NJ, sehingga belum bisa berpartisipasi maksimal dalam program nasional.
Dorongan itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pendidikan dan Pelatihan Nasional (Diklatnas) DPP LASQI NJ yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (30/7/2026).
“Hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia sudah memiliki kepengurusan LASQI NJ. Di Jawa Barat, hanya Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi yang belum terbentuk,” ujar Mogal saat ditemui di Padalarang, KBB, Senin (3/8/2026).
Mogal menjelaskan, di Jawa Barat sendiri sudah terbentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang dipimpin Dr. KH. Maman Imanulhaq. Untuk tingkat daerah, DPD Kabupaten Bandung dipimpin Hj. Fatimah, dan DPD Kota Bandung dipimpin AA Abdul Rozak.
Di usianya yang menginjak 73 tahun, Mogal hadir dalam Rakernas tersebut sebagai perwakilan Jawa Tengah yang membawahi Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Brebes.
Dalam Rakernas tersebut, dibahas sejumlah program strategis, salah satunya persiapan Festival LASQI Tingkat Nasional yang akan digelar di Kabupaten Bandung pada November 2026 mendatang.
Mogal mengungkapkan, ada tiga provinsi yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Hasil musyawarah menetapkan Jawa Barat sebagai tuan rumah.
Festival nasional tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum DPP LASQI NJ periode 2022–2027, Dr. H. Jazilul Fawaid, SQ., MA., yang juga Wakil Ketua MPR RI, serta Bendahara Umum DPP LASQI NJ yang juga Wakil Ketua DPR RI, H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.AP.
“Festival Nasional LASQI akan menjadi momentum besar bagi pegiat seni Islami. Karena itu kami berharap KBB dan Kota Cimahi segera memiliki kepengurusan agar bisa ikut berpartisipasi dan mengharumkan nama daerah,” katanya.
Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, DPRD KBB, dan Pemerintah Kota Cimahi memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan DPD tersebut.
Menurutnya, Bandung Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan seni budaya Islam, didukung sektor pariwisata, UMKM, serta banyaknya seniman dan musisi di wilayah Bandung Raya.
“Harapan saya pengurus LASQI KBB dan Cimahi segera terbentuk. Kami berharap Bupati Bandung Barat dan Wali Kota Cimahi merespons hasil Rakernas ini agar masyarakat memiliki wadah untuk mengembangkan seni qasidah dan musik Islami,” ujarnya.
Sesuai AD/ART, LASQI memiliki sejumlah bidang pengembangan, meliputi organisasi, festival, litbang, pendidikan dan pelatihan, humas, hingga bidang usaha.
Pada Festival Nasional nanti akan dilombakan berbagai kategori, mulai dari kolaborasi qasidah modern, pop religi Islam, rebana klasik, hingga bintang vokalis gambus.
Selain itu, Rakernas juga membahas penyempurnaan himne dan mars LASQI, penyusunan lagu pop religi, digitalisasi melalui pengembangan konten kreator, pembentukan kanal khusus kegiatan LASQI, penyusunan juknis penilaian dewan juri, hingga percepatan pembentukan kepengurusan DPW dan DPD di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, DPP LASQI NJ periode 2022–2027 dipimpin Dr. H. Jazilul Fawaid yang terpilih melalui Munas V pada 13 Agustus 2022 dan dilantik 16 November 2022 di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Karawang. Ketua Harian dijabat Habib Ismail bin Yahya, SE., MM., Sekretaris Jenderal H. Inu Aminuddin, dan Bendahara Umum H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.AP. Wakil Presiden RI saat itu, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, dipercaya sebagai Pembina Utama.
“Dengan semakin dekatnya Festival Nasional LASQI 2026, pembentukan DPD di Bandung Barat diharapkan menjadi langkah strategis untuk melahirkan generasi seni Islami sekaligus memperkuat syiar Islam melalui seni dan budaya,” tandas Mogal.
Penulis : Abdul
Editor : Marfana







