JAKARTA, KABARNEGRI.ID – Kabar gembira bagi pecinta sepak bola Tanah Air. Panitia Penyelenggara Piala Presiden 2026 resmi menaikkan hadiah untuk tim juara menjadi Rp8 miliar.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait. Angka ini naik signifikan dibandingkan edisi sebelumnya yang sebesar Rp6 miliar.
Menurut Maruarar, kenaikan hadiah bukan sekadar apresiasi, melainkan strategi untuk meningkatkan kualitas turnamen.
“Kenaikan hadiah ini untuk memacu semangat juang dan daya saing seluruh peserta. Kami ingin setiap pertandingan berlangsung sengit, menjunjung tinggi sportivitas, dan penuh ambisi juara sejak laga pertama. Kerja keras harus mendapat penghargaan yang setimpal,” tegas Maruarar.
Piala Presiden 2026 sendiri diprediksi akan berlangsung lebih ketat. Selain hadiah yang fantastis, penyelenggara menerapkan format baru dengan melibatkan klub-klub papan atas dari dalam dan luar negeri.
Sebanyak delapan tim akan berlaga. Lima wakil Indonesia terdiri dari Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, dan PSMS Medan. Sementara tiga tim undangan dari Asia Tenggara adalah juara bertahan Port FC (Thailand), Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam).
Persaingan pun dipastikan terbuka. Persib Bandung datang dengan status juara Liga Super Indonesia dan kedalaman skuad yang mumpuni. Arema FC sebagai pemegang rekor empat gelar Piala Presiden tentu tak bisa diremehkan.
Persebaya Surabaya juga patut diwaspadai dengan gaya menyerang yang impresif, sementara Persija Jakarta selalu punya motivasi berlipat demi gengsi Ibu Kota.
Dari kubu asing, Port FC tetap menjadi ancaman serius dengan mentalitas juara bertahan dan pengalaman internasional.
Dengan hadiah Rp8 miliar dan komposisi peserta yang kompetitif, Piala Presiden 2026 menjadi pemanasan ideal sekaligus barometer kekuatan sepak bola Indonesia jelang musim kompetisi resmi.
Penulis : Abdul
Editor : Marfana







